Beranda > Tahukah Kamu? > Tahukah Kamu Adab Menjenguk Orang Sakit?

Tahukah Kamu Adab Menjenguk Orang Sakit?


sakitMenjenguk orang sakit Tentu sudah sering kita lakukan. Tapi tahukah kita bahwa menjenguk orang sakit itu ada adabnya?
Mungkin sudah banyak yang tahu, mungkin pula ada yang belum tahu. Nah, bagi yang belum tahu, informasi di bawah ini semoga bermanfaat.
. Check it out . .!

1. Disunahkan berwudlu dulu sebelum membesuk orang sakit (Riwayat Abu Dawud)
2. Hendaknya dengan hati yang ikhlas karena Allah subhanahu wa ta’ala. Jangan menjenguk karena mengharap sesuatu selain Allah, seperti pujian, kedudukan/jabatan, dll.
3. Dianjurkan berjalan kaki. Cara seperti ini dilakukan oleh Rasulullah SAW. Apabila menjenguk orang sakit, biasanya Rasulullah tidak mengendarai unta atau keledainya. (Riwayat Tirmudzi, Muslim, Dan Abu Dawud). Tentu saja tidak mengapa apabila menjenguk orang sakit dengan menaiki kendaraan jika keadaan memang tidak memungkinkan.
4. Boleh menjenguk berkali-kali. Rasulullah kadang-kadang melakukannya lebih dari sekali (Riwayat Bukhari, Muslim, Nasa’i).
5. Boleh menjenguk orang non-Islam yang sakit. Hal ini dilakukan semata tujuan dakwah. Dengan kunjungan itu diharapkan kita dapat menunjukkan akhlaq yang mulia sebagai pemeluk islam. (Riwayat Bukhari, nasa’i, Abu dawud)
6. Menghibur si sakit dan keluarganya. Ini penting untuk membangkitkan rasa optimisme. Jangan sampai justru memberi kabar yang membuat resah dan ciut nyali. Dalam psikologi, perasaan optimis itu akan sangat berperan dalam proses kesembuhannya
7. Tetapi bila keadaan sakitnya sudah parah, dalam pengertian tidak ada harapan lagi untuk sembuh, maka yang dilakukan adalah mengajak kepada keluarga yang ditinggalkan agar sabar dan tawakal. Jangan lupa memberi tuntunan kalimat tauhid kepada si pasien
8. Disunahkan mendoakan kesembuhan bagi si sakit. Do’a : Allahumma robbannaasi idzhabilba’sa isfi antassyaafilaasyifaa a illaaa syifaa uka syifaa allaa yughoo dirusakoma.
9. Disunnahkan membawa makanan untuk si sakit dan keluarganya. (Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majjah).
10. Jika sedang menjenguk kemudian tiba waktu sholat, maka sebaiknya sholat dengan jama’ah. Bahkan jika mungkin sholat jama’ah dilakukan dengan si sakit, walaupun ia sholat di atas ranjang ataupun sambil berbaring. 11. Menjenguk secara bergantian. Seringkali kita membesuk orang sakit secara berombongan sehingga tampak kompak, itu baik, tapi jangan sampai itu justru mengganggu si sakit dan pasien lain. Bagi si sakit, lebih menyenangkan setiap hari ada yang membesuk meski hanya beberapa orang daripada rombongan tapi setelah itu sama sekali tidak ada yang membesuk lagi.

Kategori:Tahukah Kamu?
  1. 3 Januari 2014 pukul 1:37 AM

    First of all I want to say terrific blog! I had a quick question that I’d like to ask if
    you do not mind. I was curious to know how you center yourself and clear your head prior to writing.
    I’ve had trouble clearing my mind in getting my ideas out.

    I do enjoy writing however it just seems
    like the first 10 to 15 minutes are generally lost just trying to figure out how to begin.
    Any suggestions or hints? Thanks!

  2. 4 Februari 2016 pukul 6:56 PM

    I savour, lead to I discovered exactly what I used to be looking for.

    You have ended my 4 day long hunt! God Bless you man. Have a
    nice day. Bye

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan komentar anda pada artikel yang anda baca ini. Dengan berkomentar, maka anda telah membantu blog ini supaya lebih maju kedepannya. Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: